Senin, 02 April 2012

surat dari Tulsa

Sudah lama gak mengisi blog ini. Sudah begitu banyak cukilan2 cerita dalam hidupku terjadi dalam rentang waktu itu yang sebenarnya sayang juga tidak sempat aku tuliskan dalam blog ini. Anyway, sekarang mau coba kembali aktif tulis menulis di blog ini lagi.

Malam ini aku teringat suatu waktu di kamar kos di kota Kudus. Aku habiskan waktu 1 tahun 2 bulan di kota santri itu bekerja di PT. Pura Barutama (perusahaan pembuat hologram). Dalam rentang waktu itu, suatu malam aku pernah berdoa sungguh pada Tuhan. Aku doakan doa itu dalam beberapa malam dengan sungguh2 tekun.

Isi doanya:
"Tuhan, jiwa raga hati dan pikiranku adalah milik-Mu. Terjadilah pada-Ku menurut kehendak-Mu. Jika Engkau berkenan, utuslah aku keliling dunia dan buatlah aku untuk mengeluarkan segala kemampuan ku sampai pada batasnya. Aku percaya Engkau selalu besertaku. Amin."


Hmmm...dan perlahan tapi pasti hari2 berlalu, hidupku di kota kudus yang aku anggap cukup monoton, menjadi berubah dinamis. Diawali dengan aku mendaftar ke Schlumberger dan diterima. Dan memang benar, di perusahaan baru ini aku dituntut untuk bekerja sampai pada batas ku bahkan kadang di luar batas. Memang benar pula, akhirnya aku perlahan mengenal dunia di luar Indonesia. Aku pergi ke Abu Dhabi, Dubai, Doha, Houston, dan Oklahoma. Aku merasa doaku dikabulkan dan aku sedang menjalaninya.

Aku sungguh bersyukur tapi di satu sisi aku dituntut untuk komitmen karena sekarang aku bekerja dan berkarya bener2 sampai batas2 ku. Aku bekerja disini sekarang di bidang Engineering. Selama aku kuliah tidak ada hubungannya dengan Engineering sama sekali. Yah mungkin ada beberapa mata kuliah yang berbau Engineering tapi itu porsinya kecil sekali.

Well, aku sekarang sudah hampir 2 tahun disini dan sepertinya perjalananku masih akan terus dalam beberapa tahun ke depan. Aku tidak tahu akan berhenti di mana. Sampai sekarang aku masih enjoy dan terbiasa dengan ritme kerjanya.

Inspirator nomer satuku (my father) selalu bilang kalau "gak ada yang gak bisa karena yang ada hanya orang malas" bener2 merasuk ke ubun2 dan tulang2ku. Dan doa dari ibu selalu membuat ku lancar dalam perjalananku. Aku selalu percaya kalau ibu selalu berdoa untukku dari jauh disana. Walaupun dia jauh disana mendoakan ku, tapi aku bisa merasakan kehangatan doanya (agak absurd,,,)

Aku masih berjanji pada ibuku untuk mengajaknya ke tempat Sang Juruselamat pernah datang. Aku yakin kalau aku bisa menepati janji itu. Akan kubawa ibuku ke Yerusalem, Bethlehem. Tempat penuh pencerahan.

Doakan aku ibu, supaya rejeki yang kukumpulkan sekarang bisa kelak cukup membawamu ke tempat Sang Juruselamat pernah datang.

Berkah dalem - noel @ Tulsa.

Tidak ada komentar: