
Sejujurnya, aku tak lebih besar dari butiran pasir di pantai. Aku pun tak sekuat rumput liar di halaman. Mimpiku pun tak setingggi badanku. Tempurungku masih terlalu kuat untuk kutembus. Hasratku mentah dan rapuh. Semangatku selama ini pun hanya kesemuan belaka. Terlalu banyak luka yang belum kusembuhkan.
Aku terdiam sejenak untuk merenung. Benar-benar untuk merenung. Hening dan diam untuk mencerna. Semakin aku cari semakin tak jelas. Tapi semakin tak jelas, semakin jelas ku paham bahwa hidupku ini maha tidak sempurna. Diri ku adalah kosong. Kosong dan bernar-benar kosong.
Aku jadi paham, semakin aku mencari kesempurnaan di dunia ini, semakin aku tidak sempurna dan terlihat semakin bodoh.
Nah, maka dari itu, aku mau terbang. Aku ingin bukan karena kau ingin mencari kesempurnaan, tapi aku mau merasakan sari pati kehidupan dari yang paling dalam. Aku benar2 mau hidup secara utuh. Aku mau hidup menjadi makhluk yang benar2 sosial. menjadi garam dan terang bagi kehidupan alam sekitar. Aku mau menghargai setiap eksistensi yang ada di sekitarku seberapa pun ganjilnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar